ANALISIS ABRASI SUNGAI INDRAGIRI DI PETALONGAN INDRAGIRI HULU

Authors

  • Ahmadul Khusnayain Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Farhan Hilmy Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Mutiara Dzakiyah Farhanah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nada Aprilia Putri Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Fatmawati Fatmawati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Abrasi, Sungai Indragiri, Petalongan, Penambangan Ilegal, Dampak Lingkungan, Buffer Sungai, Solusi Mitigasi, Perubahan Iklim

Abstract

Penelitian ini berjudul "Analisis Abrasi Sungai Indragiri di Petalongan Indragiri Hulu", yang bertujuan untuk memahami penyebab, dampak, dan solusi terkait fenomena abrasi di wilayah tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur, yang mengintegrasikan teori-teori relevan dan data dari berbagai sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama penyebab abrasi meliputi penambangan ilegal, aliran air yang kuat, perubahan musim, sedimentasi yang tidak seimbang, dan perubahan iklim. Dampak abrasi mencakup kerusakan lingkungan, penurunan produktivitas lahan pertanian, kerusakan infrastruktur, dan peningkatan risiko banjir, yang semua itu mengancam kehidupan masyarakat setempat. Solusi yang diusulkan mencakup pemasangan struktur penahan erosi, penggunaan vegetasi, modifikasi aliran air, dan edukasi masyarakat tentang mitigasi abrasi. Penelitian ini menekankan perlunya tindakan cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat, serta memberikan rekomendasi untuk pendekatan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan dalam mengatasi masalah abrasi di Sungai Indragiri.

Downloads

Published

2024-10-17

How to Cite

Khusnayain, A., Hilmy, F., Farhanah, M. D., Putri, N. A., & Fatmawati, F. (2024). ANALISIS ABRASI SUNGAI INDRAGIRI DI PETALONGAN INDRAGIRI HULU. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(10), 774–788. Retrieved from https://jurnal.kolibi.org/index.php/kultura/article/view/3891