BUDAYA TARI SOYA-SOYA SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN TAMU DI SUKU TERNATE MALUKU UTARA

Authors

  • Beni Setiawan Universitas Nurul Huda
  • Nia Kurniati Universitas Nurul Huda

Keywords:

Budaya;Tari Tradisional;Tari Soya-Soya

Abstract

Budaya tari di Indonesia sangat kaya dan beragam, mencerminkan keragaman etnis dan budaya di seluruh nusantara. Setiap daerah memiliki tarian khas yang mencerminkan identitas budaya dan nilai-nilai tradisionalnya. Ternate termasuk dalam kota tua di Indonesia, yang mana eksistensinya telah ada sebelum abad pertengahan yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan, perdagangan maupun budaya. Kota Ternate telah mengalami proses perkembangan dalam beberapa kurun waktu. Tarian Soya-Soya juga dikenal dengan istilah tarian perang, hal ini didasarkan pada latar belakang tarian ini yang digunakan oleh pasukan kesultanan dalam berperang melawan penjajah. Tarian Soya-Soya diciptakan oleh para seniman kesultanan. Artikel ini ditulis dengan menggunakan Metode Deskriptif Kualitatif. Penelitian deskriptif merupakan bentuk khusus dalam kategori penelitian kualitatif. Seorang individu atau kolektif diminta untuk menceritakan kisah pribadi pengalaman hidup mereka sebagai komponen penelitian deskriptif. Peneliti kemudian mengkaji kejadian dan fenomena yang terjadi dalam kehidupan individu. Selanjutnya, peneliti menceritakan narasi tersebut dengan cermat dan berurutan. Untuk penulisan artikel ini, dilakukan review menyeluruh terhadap hasil penelitian yang dipublikasikan di jurnal nasional bereputasi. Studi perpustakaan mencakup banyak hal, seperti mendapatkan informasi perpustakaan, membaca dan mencatat, serta menyusun bahan penelitian.

Downloads

Published

2024-10-06

How to Cite

Setiawan, B., & Kurniati, N. (2024). BUDAYA TARI SOYA-SOYA SEBAGAI TARI PENYAMBUTAN TAMU DI SUKU TERNATE MALUKU UTARA. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(10), 635–642. Retrieved from https://jurnal.kolibi.org/index.php/kultura/article/view/3775