IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI UPT SD N 1 FAJARAGUNG

Authors

  • Diah Permata Khoirunisa Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Kurnia Suryaningsih Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Leni Eka Puspita Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Lulli Aftikarlina Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung
  • Marico Pantomi Universitas Muhammadiyah Pringsewu Lampung

DOI:

https://doi.org/10.572349/cendikia.v1i4.462

Abstract

Pentingnya penerapan kurikulum mandiri pada pendidikan dasar adalah memberikan kebebasan dan keleluasaan kepada siswa dalam mempelajari materi yang relevan dan menarik bagi mereka. Kurikulum mandiri memungkinkan peserta didik mengembangkan minat dan bakatnya secara lebih holistik sehingga meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatannya dalam proses pendidikan. Dengan memperhatikan kebutuhan dan keunikan setiap siswa, kurikulum mandiri juga dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan beragam. Namun perlu diingat bahwa penerapan kurikulum mandiri juga memerlukan pendekatan terstruktur dan dukungan yang memadai untuk menjamin tercapainya tujuan pembelajaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan paradigma naturalis, sedangkan instrumen penelitiannya adalah observasi, pedoman wawancara, dan peneliti sebagai instrumen kunci. Sumber data penelitian ini adalah hasil wawancara terhadap guru dan siswa. Proses implementasinya melibatkan penerapan metode inkuiri, dimana kurikulum mandiri menekankan pentingnya siswa memecahkan masalah dan menemukan jawabannya sendiri. Dengan pendekatan inkuiri, siswa diharapkan mampu berpikir kritis, kreatif dan inovatif. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan dan pengembangan kurikulum mandiri pada pendidikan sekolah dasar

Downloads

Published

2023-12-19

How to Cite

Khoirunisa, D. P., Suryaningsih, K., Puspita, L. E., Aftikarlina, L., & Pantomi, M. (2023). IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI UPT SD N 1 FAJARAGUNG. Cendikia: Jurnal Pendidikan Dan Pengajaran, 1(4), 168–175. https://doi.org/10.572349/cendikia.v1i4.462