Keefektifan Konseling Kelompok Teknik Sosiodrama dalam Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMK Bhakti 1 Jakarta
DOI:
https://doi.org/10.572349/cendikia.v1i4.451Abstract
Permasalahan dalam penelitian ini adalah masih ditemukan siswa yang keterampilan komunikasi interpersonalnya berada pada kategori rendah. Berdasarkan survey dan observasi serta penyebaran angket sebagai studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti masih ditemukan siswa yang kesulitan melakukan komuinkasi interpersonal. Siswa yang keterampilan komunikasi interpnersonalnya rendah cenderung sulit menyesuaikan diri, egois, mudah marah, ingin menang sendiri sehingga sering terlibat dalam perselisihan. Setidaknya ada lima aspek komunikasi interpersonal yang efektif yang dapat digunakan untuk membantu anak mengembangkan kemampuan yaitu keterbukaan (openness), empati (empathy), dukungan (supportiveness), positif (posittiveness), dan kesetaraan (equality). Dengan kata lain jika keliama aspek di atas tidak terpenuhi maka dapat di disimpulkan bahwa keterampilan komunikasi interpersonal siswa perlu ditingkatkan. Subyek penelitian ini sebanyak 8 siwa yang di pilih berdasarkan kriteria yangn sudah ditentukan oleh peneliti. Maksud dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah penerapan konseling kelompok dengan teknik sosiodrama dapat meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal siswa. Hipotesis dari penelitian ini menyatakan bahwa penerapan konseling kelompok dengan menggunakan teknik sosiodrama efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian pre-eksperimental dengan desain one-group pre-test dan post-test. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS versi 25. Dalam penelitian ini, analisis uji normalitas dilakukan dengan menggunakan teknik Shapiro-Wilk Test, dan ditemukan bahwa data yang dihasilkan memiliki distribusi yang normal. Nilai Shapiro-Wilk untuk pretest adalah 0,378, sedangkan untuk posttest adalah 0,093, yang menunjukkan bahwa kedua nilai tersebut lebih besar dari 0,05 (sig>0,05). Selanjutnya, untuk menguji perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test, digunakan uji paired sampel t-test dengan nilai signifikansi (2-tailed) p = 0,000, yang artinya p-value tersebut lebih kecil dari 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Pada penelitian ini, hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua tes yang diuji.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Rodi Y. E Missa, Ronny Gunawan, Andreas Rian Nugroho

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




