PERBANDINGAN DOSIMETER RADIOKROMIK DARI BUNGA SEPATU (HIBISCUS ROSA-SINENSIS L.) DAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) DENGAN DOSIMETER FRICKE

Authors

  • Giyatmi Giyatmi Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia
  • Ferdy Muhammad F Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia
  • Michelle Holly R Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia
  • Muhammad Rizky Akbar P Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia
  • Dika Bhakti P Politeknik Teknologi Nuklir Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.572349/scientica.v2i10.2562

Keywords:

dosimeter radiokromik; dosimeter fricke; bunga sepatu; bunga telang

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada pengembangan dosimeter radiokromik berbasis bahan alami menggunakan ekstrak dari bunga Hibiscus rosa-sinensis L. (bunga sepatu) dan Clitoria ternatea L. (bunga telang). Studi ini bertujuan untuk membandingkan kinerja dosimeter ini dengan dosimeter Fricke, standar dalam pengukuran dosis radiasi, guna mengeksplorasi potensi aplikasi bahan alami dalam dosimetri radiasi. Dosimeter disiapkan dengan mengekstrak senyawa antosianin dari bunga, dengan Hibiscus rosa-sinensis L. dan Clitoria ternatea L. dipilih karena kandungan pigmen yang dimiliki. Respon dosimeter terhadap dosis radiasi yang bervariasi dianalisis menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Dosimeter radiokromik dari bunga sepatu menunjukkan rentang respon dosis 0-5 kGy, sementara dosimeter dari bunga telang menunjukkan rentang 1-7 kGy, menandakan peningkatan respon yang signifikan dengan konsentrasi antosianin yang lebih tinggi. Studi ini menunjukkan potensi dosimeter berbasis bahan alami sebagai alternatif dalam pengukuran dosis radiasi, dengan dosimeter menunjukkan rentang respon dosis dan stabilitas yang berbeda dibandingkan dosimeter Fricke.

Downloads

Published

2024-07-17

How to Cite

Giyatmi , G., F , F. M., R , M. H., P , M. R. A., & P, D. B. (2024). PERBANDINGAN DOSIMETER RADIOKROMIK DARI BUNGA SEPATU (HIBISCUS ROSA-SINENSIS L.) DAN BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA L.) DENGAN DOSIMETER FRICKE. Scientica: Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi, 2(10), 221–233. https://doi.org/10.572349/scientica.v2i10.2562