ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU LEGENDARIS MENGGUNAKAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ)

Authors

  • Bayu Fikri Rizaldhi Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Fara Damayanti Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Julia Anisa Nur Octavia Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Kamila Fitriani Universitas Buana Perjuangan Karawang
  • Ujang Suherman Universitas Buana Perjuangan Karawang

DOI:

https://doi.org/10.572349/neraca.v2i1.733

Keywords:

Persediaan, Economic Order Quantity

Abstract

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui, dan menganalisis mengenai pengendalian persediaan pada UMKM pabrik tahu legendaris dengan menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ). Penelitian ini merupakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif dengan menggunakan rumus  dengan pengumpulan data yang diambil berupa, data primer yaitu pengumpulan data dengan melakukan wawancara dengan pemilik pabrik tahu. Hasil penelitian dapat dikatakan bahwa pabrik tahu legendaris belum optimal dalam pengendalian persediaan bahan baku kedelainya. Dalam melakukan pemesanan, perusahaan hanya berdasarkan perkiraan mereka saja dan belum menggunakan metode apapun dalam kebijakan pengendalian persediaan bahan baku. Sehingga hasil penelitian menunjukan bahwa pabrik tahu legendaris menghasilkan perhitungan EOQ 3. 811, Frekuensi Pemesanan (I) 3, Biaya Persediaan (TC) 353 Kg, ROP 389,02 Kg. Metode Economic Order Quantity (EOQ) jauh lebih besar dari pada kebijakan yang diterapkan oleh pabrik tahu legendaris, walaupun biaya yang dikeluarkan dapat di minimalkan. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa Metode EOQ sangat efektif bagi perusahaan dalam mengendalikan persediaan bahan baku terutama untuk menghemat biaya.

Downloads

Published

2024-01-05

How to Cite

Rizaldhi, B. F., Damayanti, F., Octavia, J. A. N., Fitriani, K., & Suherman, U. (2024). ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PABRIK TAHU LEGENDARIS MENGGUNAKAN ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ). Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 2(1), 207–218. https://doi.org/10.572349/neraca.v2i1.733