ANALISA CROSS CULTURAL MANAGEMENT PADA PT. UNILEVER TBK

Authors

  • Caroline Angelina Universitas Internasional Batam
  • Stella Universitas Internasional Batam
  • Melson Universitas Internasional Batam
  • Leonard Hatolopan Sinaga Universitas Internasional Batam

DOI:

https://doi.org/10.572349/neraca.v1i5.643

Keywords:

Hofstede, Unilever, Budaya, Globalisasi, bisnis

Abstract

Era globalisasi semakin luas sehingga suatu keharusan untuk memahami dan mengakomodasi perbedaan budaya dalam membentuk strategi dan memastikan keberlanjutan perusahaan. Teori Hofstede mengidentifikasi empat dimensi nilai budaya yang dianalisis, yaitu individualisme-kolektivisme, penghindaran ketidakpastian, jarak kekuasaan (kekuatan hierarki sosial), dan maskulinitas-feminitas (orientasi tugas pada preferensi budaya yang luas). Hofstede mengembangkan "Dimensions of Culture" sebagai dasar kerangka komunikasi lintas budaya. Budaya birokratis merupakan budaya prosedural yang tertata dengan statis dan kaku, tidak ada fleksiblitas. Jenis struktur ini dikenal sebagai struktur 'fungsional' atau 'divisional' dimana suatu organisasi dibagi berdasarkan area fokus. Dalam kasus Unilever, fokusnya adalah pada Grup Bisnis yang mencakup area merek dan produk utama. Jika suatu fungsi atau divisi tidak termasuk dalam salah satu Grup Bisnis, maka fungsi atau divisi tersebut ditetapkan sebagai tim korporat dan berada di bawah tanggung jawab eksekutif.

Downloads

Published

2023-12-31

How to Cite

Caroline Angelina, Stella, Melson, & Leonard Hatolopan Sinaga. (2023). ANALISA CROSS CULTURAL MANAGEMENT PADA PT. UNILEVER TBK. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 1(5), 659–667. https://doi.org/10.572349/neraca.v1i5.643