ANALISA CROSS CULTURAL MANAGEMENT PADA PT. UNILEVER TBK
DOI:
https://doi.org/10.572349/neraca.v1i5.643Keywords:
Hofstede, Unilever, Budaya, Globalisasi, bisnisAbstract
Era globalisasi semakin luas sehingga suatu keharusan untuk memahami dan mengakomodasi perbedaan budaya dalam membentuk strategi dan memastikan keberlanjutan perusahaan. Teori Hofstede mengidentifikasi empat dimensi nilai budaya yang dianalisis, yaitu individualisme-kolektivisme, penghindaran ketidakpastian, jarak kekuasaan (kekuatan hierarki sosial), dan maskulinitas-feminitas (orientasi tugas pada preferensi budaya yang luas). Hofstede mengembangkan "Dimensions of Culture" sebagai dasar kerangka komunikasi lintas budaya. Budaya birokratis merupakan budaya prosedural yang tertata dengan statis dan kaku, tidak ada fleksiblitas. Jenis struktur ini dikenal sebagai struktur 'fungsional' atau 'divisional' dimana suatu organisasi dibagi berdasarkan area fokus. Dalam kasus Unilever, fokusnya adalah pada Grup Bisnis yang mencakup area merek dan produk utama. Jika suatu fungsi atau divisi tidak termasuk dalam salah satu Grup Bisnis, maka fungsi atau divisi tersebut ditetapkan sebagai tim korporat dan berada di bawah tanggung jawab eksekutif.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Caroline Angelina, Stella, Melson, Leonard Hatolopan Sinaga

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




