ANALISIS PERHITUNGAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN PADA ANGKUTAN UMUM (Studi Kasus Angkutan Kota Leuwi Panjang – Cibaduyut)
Keywords:
Angkutan Kota; Angkutan Umum; BOK; Biaya Operasional Kendaraan; Perhitungan Optimal Armada; Perhitungan Optimal Angkutan KotaAbstract
Transportasi sangat membantu manusia berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya sehingga berperan penting dalam urbanisasi. Selain dapat meningkatkan perekonomian, urbanisasi dapat menyebabkan kemacetan. Kota Bandung menjadi kota yang terdampak urbanisasi dimana penduduknya bertambah dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 2022, populasi di Kota Bandung terdapat 2.545.005 penduduk. Namun, masyarakat Kota Bandung lebih memilih menggunakan transportasi pribadi daripada transportasi umum sehingga menyebabkan kemacetan terutama disiang hari karena tercatat bahwa terdapat 3,7 juta jiwa yang beraktivitas pada siang hari dan 2,5 juta jiwa yang beraktivitas pada malam hari. Untuk mengatasi masalah kemacetan, pemerintah Kota Bandung mulai memperbaiki angkutan umum terutama angkutan kota agar masyarakat dapat beralih ke angkutan umum. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menghitung kebutuhan armada dan menghitung Biaya Operasional Kendaraan (BOK) salah satu angkot di Kota Bandung yaitu angkot dengan rute Leuwi Panjang – Cibaduyut. Penelitian dilakukan melalui wawancara dan pengamatan langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi lapangan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan dibutuhkan 18 mobil angkot pada rute Leuwi Panjang – Cibaduyut.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Prokopius William Andika Windoe, Alfarel Daffatin Zain, Rafli Gunawan, Mohammad Alwan Najib Ramadhan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




