PENGARUH WORK LIFE BALANCE, EMPLOYE ENGAGEMENT, BURNOUT DAN ORGANIZATINAL JUSTICE TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN GENERASI Z

Authors

  • Anggara Pramushinta STIE YKPN Yogyakarta
  • Wing Wahyu Winarto STIE YKPN Yogyakarta
  • Frasto Biyanto STIE YKPN Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.572349/neraca.v2i12.2920

Abstract

Turnover intention atau niat berpindah karyawan adalah untuk berhenti dari pekerjaan, sehingga tingginya niat berpindah ini akan berdampak buruk bagi organisasi. Niat berpindah menjadi masalah yang dihadapi oleh manajer atau pimpinan organisasi dalam menjamin keberlangsungan hidup organisasi. Niat berpindah atau turnover intention ini muncul ketika karyawan merasa tidak mendapat keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan, ketika karyawan merasa tidak mendapat perlakuan adil dari organisasi, stress menghadapi beban pekerjaan dan keterikatan dengan organisasi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis serta sumber data merupakan data primer yang diperoleh dari kuesioner yang disebarkan kepada responden yaitu karyawan generasi Z yang bekerja di Yogyakarta berjumlah 100 responden. Analisis data menggunakan SPSS 23, Hasil temuan menunjukan work life balance, organizational justice dan burnout berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dan employee engagement tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention.

Downloads

Published

2024-08-02

How to Cite

Pramushinta, A., Winarto, W. W., & Biyanto, F. (2024). PENGARUH WORK LIFE BALANCE, EMPLOYE ENGAGEMENT, BURNOUT DAN ORGANIZATINAL JUSTICE TERHADAP TURNOVER INTENTION PADA KARYAWAN GENERASI Z. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 2(12), 75–88. https://doi.org/10.572349/neraca.v2i12.2920