DAMPAK FAST FASHION TERHADAP LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT: STUDI KASUS BRAND H&M
DOI:
https://doi.org/10.572349/kultura.v2i1.929Keywords:
Fast fashion, H&M, Lingkungan dan Masyarakat.Abstract
Merambat pada dunia fashion mode, Produksi tekstil dunia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Industri pakaian jadi saat ini didominasi oleh fast fashion yang mengakibatkan adanya pembelian yang berlebihan, dimana konsumen membeli produk lebih banyak dari yang mereka butuhkan. H&M menjadi merek fast fashion industri terbesar kedua setelah Zara dan merupakan merek retail pakaian tertua sejak tahun 1942. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang pandangan dan persepsi masyarakat terhadap dampak fast fashion dan upaya yang dilakukan oleh H&M untuk mengurangi dampak negatif tersebut. Bahan pakaian yang digunakan industri fast fashion H&M adalah serat sintetis seperti poliester. Sikap boros ini berkontribusi dalam penumpukan limbah tekstil, yang diperkirakan mencapai sekitar 92 juta ton setiap tahunnya. industri ini juga menghabiskan sekitar 79 miliar liter air setiap tahunnya dan limbah air hasil produksi tidak diolah kembali sehingga mencemari perairan dengan racun dan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Dengan adanya dampak-dampak negatif tersebut, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan konsekuensi dari pola konsumsi fast fashion dan mempertimbangkan alternatif yang lebih berkelanjutan. Selain itu, perusahaan fast fashion juga perlu bertanggung jawab dalam mengurangi dampak negatif mereka terhadap masyarakat dan lingkungan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Ratih Wahyu Pratitis, Rifka Ayu Aprilia Yumarnis

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




