URGENSI DAYA DUKUNG DALAM NOVEL PAK TUA YANG MEMBACA KISAH CINTA KARYA LUIS SEPULVEDA

Authors

  • Elisabeth Sihite Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Gayuh Savesty Universitas Teknologi Yogyakarta
  • Eva Dwi Kurniawan Universitas Teknologi Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.572349/kultura.v2i1.669

Keywords:

Daya Dukung, Daya Tampung, Keberlanjutan, Lingkungan Hidup, Kerusakan Lingkungan.

Abstract

Tujuan penulisan jurnal ini untuk mendeskripsikan urgensi daya dukung lahan yang berkaitan dengan kisah novel Pak Tua Yang Membaca Kisah Cinta Karya Luis Sepulveda. Metode yang digunakan dalam menentukan analisis ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermeneutika karena penelitian ini menghasilkan data yang tertulis dan berupa kata-kata yang dihasilkan dari pengumpulan data yang juga berbentuk kata-kata bukan angka-angka. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Teknik studi pustaka merupakan teknik pengumpulan data yang menggunakan sumber-sumber tertulis seperti buku, artikel, jurnal, maupun tulisan ilmiah terkait. Analisis pada penelitian ini dilakukan dengan membaca keseluruhan novel Pak Tua yang Membaca Kisah Cinta oleh Luis Sepulveda kemudian mengidentifikasi kutipan yang diduga berkaitan penyebab eksploitasi terhadap lingkungan hidup. Hasil data kemudian digunakan sebagai sumber dalam penyusunan hasil penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan bisa membantu menginformasikan kepada pembaca bahwasanya menjaga alam adalah kewajiban seluruh makhluk hidup, yang akan berdampak besar pada keutuhan daya dukung lahan terhadap pembangunan. Karna pada dasarnya pembangunan yang baik bisa berkelanjutan dengan tetep manjaga ekosistem alam dengan baik dan bisa bermanfaat untuk keberlangsungan kehidupan makluk hidup.

Downloads

Published

2024-01-02

How to Cite

Sihite, E., Savesty, G., & Kurniawan, E. D. (2024). URGENSI DAYA DUKUNG DALAM NOVEL PAK TUA YANG MEMBACA KISAH CINTA KARYA LUIS SEPULVEDA. Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(1), 34–39. https://doi.org/10.572349/kultura.v2i1.669