BUKAN HANYA LUKA LUAR : MEMBEDAH REALITA DAN DAMPAK PSIKOLOGIS BULLYING DI INDOMESIA
DOI:
https://doi.org/10.572349/kultura.v1i4.423Keywords:
Bullying; Kesehatan mental; Dampak Bullying; Psikologis BullyingAbstract
Melansir dari data komisi perlindungan anak indonesia (KPAI) dan federasi serikat guru indonesia (FSGI), telah tercatat terjadi sebanyak 226 kasus perundungan pada tahun 2022 . beberapa jenis perundungan yang terjadi oleh korban bullying diantaranya bullying fisik (55,5%), bullying verbal (29,3%), dan bullying psikologis (15,2%). sedangkan tingkat jenjang pendidikan siswa sd menjadi korban bullying sekitar (26%), siswa SMP (25%), dan siswa SMA (18,75%). beberapa contoh diantaranya seperti siswa kelas 3 SD di sukabumi patah tulang karena bullying, dan siswa kelas 2 SD di gresik ditusuk hingga buta juga katena bullying. itu tandanya Bullying dapat memiliki dampak psikologis yang serius, termasuk kecemasan, depresi, rendahnya harga diri, dan kesulitan dalam berinteraksi sosial. Individu yang mengalami bullying mungkin juga mengalami kesulitan belajar dan berprestasi akademis. Jangka panjang, pengalaman bullying dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan mental.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Ni Kadek Dinar Wulan Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.




