PENERAPAN E-SIM CARD SEBAGAI LANGKAH PROAKTIF DALAM MENGURANGI LIMBAH ELEKTRONIK DI INDONESIA

Authors

  • Lindu Aji Mahuhamzah Tuahena Universitas Negeri Semarang
  • Rendy Razie Hendrawan Universitas Negeri Semarang
  • Mohammad Azis Alrasyid Universitas Negeri Semarang
  • Ubaidillah Kamal, S.Pd., M.H. Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.572349/kultura.v2i5.1360

Keywords:

E-SIM Card, Limbah Plastik, Lingkungan Hidup

Abstract

SIM Card (Subscriber Indentity Module Card) atau yang lebih sering kita sebut kartu SIM adalah kartu kecil yang sering terlihat di dalam perangkat atau ponsel. Tujuan dari kartu ini adalah untuk memfasilitasi penggunaan telepon kita pada jaringan seluler. Pengguna dapat mengakses data untuk berbagai kegunaan, mengirim dan menerima pesan, serta melakukan panggilan menggunakan kartu SIM. Kartu SIM dibuat lebih kecil dari sekarang karena kemajuan zaman dan teknologi. Karena kartu SIM dapat merusak lingkungan jika dibuang secara tidak benar, kita tidak disarankan membuangnya sembarangan tanpa mendaur ulangnya. terutama jika bahan kimia pada kartu tidak terurai dengan benar. Perkiraan saat ini memperkirakan produksi kartu SIM tahunan di Indonesia mencapai 200 juta. Tentu saja sampah dari kartu lama mempunyai pengaruh terhadap masalah pencemaran lingkungan yang dapat membahayakan kelestarian planet kita. Tulisan yang mencoba mengatasi besarnya limbah kartu SIM plastik di Indonesia ini ditulis dengan menggunakan teknik normatif dan pendekatan regulasi-legislatif.

Downloads

Published

2024-04-30

How to Cite

Tuahena, L. A. M., Hendrawan , R. R., Alrasyid, M. A., & Kamal, S.Pd., M.H. , U. (2024). PENERAPAN E-SIM CARD SEBAGAI LANGKAH PROAKTIF DALAM MENGURANGI LIMBAH ELEKTRONIK DI INDONESIA . Kultura: Jurnal Ilmu Hukum, Sosial, Dan Humaniora, 2(5), 34–49. https://doi.org/10.572349/kultura.v2i5.1360