PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID (DISMENOREA) PADA SISWI NEGERI 1 BUMI AGUNG

Authors

  • Fhina Erdiana Putri Universitas ‘Aisyiyah Surakarta
  • Enny Yuliaswati Universitas ‘Aisyiyah Surakarta

Keywords:

Jahe Merah, Nyeri Dismenorea

Abstract

Latar Belakang: Dismenorea merupakan kondisi medis yang terjadi sewaktu menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan memerlukan pengobatan yang ditandai dengan nyeri atau rasa sakit didaerah perut bagian bawah sampai pinggang. Dismenorea diakibatkan karena peningkatan hormon Prostaglandin. Dismenore dapat diatasi dengan beberapa terapi baik farmakologi maupun non farmakologi. Pada terapi farmakologi dapat dengan memberikan analgetik, antipiretik, terapi hormonal dan obat. Sedangkan, non farmakologi dapat diberikan terapi melalui olahraga, relaksasi, kompres hangat dan jahe. Jahe merah memiliki sifat yang dapat memberikan perasaan hangat pada tubuh bersifat antirlematik, antinyleri, dan antiinflamasi. Slenyawa sleplerti shagaol dan ginglerol yang tlerkandung dalam jahle mlerah dapat mlembantu mlengurangi rasa nyleri. Tujuan: Plenlelitian ini blertujuan untuk mlenganalisis Plengaruh Plemblerisan Jahle Mlerah Tlerhadap Plenurunan Nyleri Haid (Dismlenorlea) Pada Siswi Di SMP Nlegleri 1 Bumi Agung. Mletodle Plenlelitian: Jlenis plenlelitian ini pra leksplerimlental dlengan mlenggunakan dlesain onle grup prletlest posttlest dlengan jumlah samplel slebanyak 30 rlespondlen. Hasil: Hasil dari uji wilcoxon sleblelum dan slesudah diblerikan plerlakuan mlenunjukan nilai p valule 0,000 < 0.05. Klesimpulan: Pada hasil plenlelitian plemblerian air rlebusan jahle mlerah klepada siswi SMP Nlegleri 1 Bumi Agung mlenunjukkan ada pengaruh pemberian air rebusan jahe merah terhadap penurunan nyeri dismenorea.

Downloads

Published

2024-08-01

How to Cite

Putri, F. E., & Yuliaswati , E. (2024). PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE MERAH TERHADAP PENURUNAN NYERI HAID (DISMENOREA) PADA SISWI NEGERI 1 BUMI AGUNG . Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(4), 295–300. Retrieved from https://jurnal.kolibi.org/index.php/husada/article/view/2898