DAMPAK UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TERHADAP PENGANGGURAN DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI SEKTOR DOMESTIK DAN LUAR NEGERI

Authors

  • Fiorella Amelia Shafira Universitas Muhammadiyah Malang

DOI:

https://doi.org/10.572349/neraca.v2i7.1932

Keywords:

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Kesejahteraan Pekerja, Pengangguran, Upah Minimum Regional

Abstract

Tingkat pertumbuhan indeks pembangunan pada suatu daerah juga dapat diukur dengan perkembangan Upah Minimum Regional (UMR). Perkembangan UMR dari waktu ke waktu akan membawa dampak pada peningkatan pendapatan. Tujuan penulis menulis artikel ini adalah untuk mengetahui pengaruh Upah Minimum Regional (UMR) terhadap tingkat pengangguran dan perekrutan TKI di sektor domestik dan luar negeri serta mengetahui bagaimana implementasi UMR mempengaruhi kesejahteraan TKI di sektor domestik dan luar negeri. Metode penelitian yang digunakan penulis penelitian deskriptif analitis yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Permasalahan mendasar yang sering terjadi dalam ketenagakerjaan adalah upah minimum regional yang rendah yang secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada pengangguran. Di sektor domestik, implementasi UMR mendorong peningkatan perlindungan hukum bagi pekerja domestik, sehingga menarik lebih banyak pekerja untuk bergabung di sektor ini. Di sisi lain, di sektor luar negeri, UMR memberikan kerangka kerja yang lebih jelas bagi perlindungan TKI di negara tujuan, mengurangi risiko eksploitasi dan penyalahgunaan

Downloads

Published

2024-06-21

How to Cite

Shafira, F. A. (2024). DAMPAK UPAH MINIMUM REGIONAL (UMR) TERHADAP PENGANGGURAN DAN KESEJAHTERAAN TENAGA KERJA INDONESIA (TKI) DI SEKTOR DOMESTIK DAN LUAR NEGERI. Neraca: Jurnal Ekonomi, Manajemen Dan Akuntansi, 2(7), 254–264. https://doi.org/10.572349/neraca.v2i7.1932